Pandemic Covid-19 Memperburuk Ekonomi di Eropa.

Triliunan Dollar dikucurkan oleh Uni Eropa dan Euro Central Bank guna membendung serangan virus yang dapat melumpuhkan ekonomi dibanyak negara Eropa. Setelah 9 tahun Eropa berusaha bangkit dari keterpurukan karena hutang dari negara Portugal, Irlandia, Yunani dan Spanyol (yang akhirnya menjadi penyebab krisis keuangan global), saat ini kawasan Eropa kembali harus kembali melihat bahwa Italia dan Spanyol menjadi epicentrum pandemic virus corona.

Kedua negara tersebut dan negara negara di Eropa selatan mempunyai populasi yang sudah menua serta mempunyai hutang public yang tinggi. Ini tentunya akan menjadikan turbulensi krisis di Uni Eropa yang diawali dari krisis kesehatan, ekonomi, keuangan bahkan moneter yang akan dengan cepat menyebar dan akhirnya menjadi penyebab krisis bahkan resesi gobal.

Dengan melihat fenomena diatas, maka tidak heran jika Jerman dan Perancis bersama dengan negara negara Eropa lainnya sepakat untuk meluncurkan program bantuan senilai 750 milliar Euro dengan rincian 500 milliar dalam bentuk hibah dan 250 milliar Euro dalam bentuk pinjaman, guna membantu pemulihan ekonomi dikawasan Eropa.

Walaupun bertujuan untuk menghidari terjadinya krisis di Uni Eropa, tetapi program ini ditentang oleh 4 negara Eropa yaitu Austria, Belanda, Denmark dan Swedia yang mengusulkan bahwa program ini seharusnya merupakan program pinjaman dan harus ada komitmen dari negara negara Eropa untuk melakukan penghematan.

Efek Terhadap Pasar

Lemahnya data ekonomi di Uni Eropa serta likuiditas yang tinggi dari kebijakan moneter ECB , tentunya akan membuat mata uang Euro dapat tertekan kedepannya. Perekonomian Eropa tidak lebih baik dibandingan perekonomian Amerika Serikat pada disaat ini.

Ekspektasi Pasar

Hari ini diprediksi pair EURUSD akan berada dalam  range kisaran 1.0931 - 1.1019

Trading Plan :

Sell limit 1.1019 – 1.1040 dengan target 1.0931